TUTUP
TUTUP

Geliat Jalur Kereta Nusantara

Pembangunan pasang surut. Sempat berjaya di masa Belanda.
Pekerja menyelesaikan penggantian bantalan rel kereta api di jembatan Kleringan, Kota Baru, DI Yogyakarta

VIVA.co.id – Seunit alat bor raksasa berwarna hijau tosca terparkir di bahu jalan. Bodinya yang besar hampir menutup separuh badan jalan. Bor raksasa itu dibiarkan teronggok menancap bersama tumpukan tanah. Debu pekat bertebaran nyaris memburamkan kaca ruang kemudi.

Beberapa batang besi kanal besar juga dibiarkan tergeletak membujur di pinggiran jalan, bersebelahan dengan tumpukan besi pondasi. Di depannya, ada crane raksasa yang terparkir, menggantung sebuah mesin genset las.

Tidak ada kegiatan berarti di proyek pembangunan jalur kereta api dwi ganda atau Double-Double Track (DDT) lintas Manggarai-Jatinegara, di Matraman Raya, Jumat, 9 Juni 2017. Hanya terpantau alat berat, gundukan tanah dan besi-besi yang berserakan. Para pekerja pun terlihat santai memainkan bidak catur.

Para pekerja sudah ramah dengan suara klakson kendaraan yang saling serobot terjebak macet, bercampur bisingnya suara kereta api yang melintas di sekitaran Matraman.

Keberadaan proyek DDT ini ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi untuk meningkatkan kualitas layanan jalur kereta api, tapi di sisi lain, proyek ini menggerus sebagian jalan yang berimbas pada kemacetan. Tanpa ada proyek ini pun, Matraman adalah satu dari sekian daerah langganan macet di Ibu Kota.

Hari itu, dua unit alat berat memang tidak sedang beroperasi. Alat berat khusus bor itu dibiarkan menancap ke tanah karena sedang rusak. Menurut Asep, salah seorang petugas, proyek DDT di kawasan Matraman ini sedang off.

"Ini lagi enggak ada kegiatan, alatnya pada rusak," kata Asep saat ditemui VIVA.co.id di lokasi proyek DDT di kawasan Matraman Raya, Jumat, 9 Juni 2017.

PT Hutama Karya (HK) selaku kontraktor proyek tiang pancang Double-Double Track ini ditargetkan menyelesaikan seluruh pekerjaan struktur akhir tahun ini. Sedangkan untuk pekerjaan relnya sendiri akan dilanjutkan PT Wijaya Karya.

Pembangunan Proyek DDT Manggarai-Cikarang

Pekerja menyelesaikan proyek double-double track (DDT) Manggarai-Cikarang di kawasan Manggarai, Jakarta. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Proyek ini merupakan bagian dari proyek pembangunan DDT Manggarai-Cikarang. Pembangunan jalur sepanjang 38 km tersebut dilakukan untuk memisahkan jalur utama kereta api jarak jauh dan jalur KA Commuter Line.

Proyek pembangunan DDT Manggarai-Cikarang terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama, Manggarai–Jatinegara. Bagian kedua, Jatinegara-Bekasi. Dan, bagian ketiga Bekasi-Cikarang. Pemerintah menargetkan pembangunan akan selesai seluruhnya pada 2019.

"Proyek ini merupakan solusi permasalahan antrean kereta api di Stasiun Manggarai," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi beberapa waktu lalu.

Paket pertama Manggarai-Jatinegara senilai Rp2,5 triliun dibiayai APBN lewat Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara. Kemudian paket kedua, Jatinegara-Bekasi bernilai Rp1 triliun yang dibiayai murni oleh APBN. [Baca Juga: Berawal dari Semarang]

Sementara paket ketiga, Bekasi-Cikarang dengan nilai proyek mencapai Rp3 triliun dibiayai dari pinjaman luar negeri, Jepang.  [Lihat Infografik: Satu Setengah Abad Rel Kereta Nusantara]

Budi menyakini moda kereta api ini paling efisien dan ekonomis bagi masyarakat. Dengan adanya peningkatan jalur, diharapkan pelayanan kereta api ke depannya akan semakin baik.

"Saat ini penumpang per hari nya mencapai sekitar 800 ribu. Akan terus dinaikkan menjadi 1,2 juta penumpang per harinya," ujar Budi.

Selanjutnya...Pasang Surut Jalur KA

TUTUP