TUTUP
TUTUP

Liga 1, Era Baru Sepakbola Indonesia

Gojek Traveloka Liga 1 dibuka big match Persib Bandung vs Arema FC.
Go-Jek Traveloka Liga 1 Siap Digelar

Kritik buat PSSI

Kontroversi jelang Liga 1 bergulir tak berhenti sampai di situ. PSSI kerap bersikap impulsif dalam masa persiapan kali ini. Mulai dari penerapan kebijakan pemain asing yang ditambah, hingga pergantian lima pemain. Sontak publik dan juga klub peserta dibuat terkejut.

Untuk pemain asing, secara tiba-tiba dalam perkenalan PT LIB kepada klub peserta Liga 1 diumumkan ada penambahan kategori marquee player. Jadi setiap tim bisa menggunakan empat pemian asing sekaligus saat bertanding. Padahal, sebelumnya hanya tiga pemain yang diperbolehkan, satu Asia, dan 2 non-Asia.

Banyak yang memprediksi penerapan kebijakan marquee player muncul seiring Persib mendatangkan Michael Essien. Syarat pemain kategori tersebut juga sangat tinggi, yakni minimal pernah main di Piala Dunia dalam tiga edisi terakhir, atau berseragam klub yang mentas di kompetisi kasta tertinggi benua Eropa.

Sekretaris PT Sriwijaya Optmistis Mandiri, Faizal Mursyid, tidak mempermasalahkan jika aturan tersebut hanya menguntungkan Persib. Akan tetapi, perusahaan yang menaungi Sriwijaya FC itu berharap ada kelonggaran yang diberikan kepada klub yang tidak mampu mendatangkan marquee player.

"Tetapi, kami berharap ada kelonggaran bagi tim yang tidak mampu mendatangkan pemain seperti Essien. Entah itu kuota pemain menjadi 3+1," tutur Faizal kepada VIVA.co.id.

Hal senada juga disampaikan oleh General Manager Arema FC, Ruddy Widodo. Dia berharap, aturan marquee player masih bisa berubah, mengingat dalam aturan Konfederasi Sepakbola Asia (AFC), berlaku pemain asing 3+1 tanpa harus ada marquee player.

"Kita coba saja aturan AFC yang menetapkan 3+1, bahkan di Thailand itu lebih. Mungkin untuk mengejar slot satu dan menaikkan industri, memang kekhawatiran kualitas kompetisi turun. Apalagi ada aturan pemain U-23," kata Ruddy.

Akan tetapi, Edy dan jajarannya tetap pada pendirian awal. Mereka tetap melangsungkan gagasan tersebut, dan mau tidak mau klub-klub mesti berburu marquee player di tengah keterbatasan waktu. Tidak mudah mencari pemain untuk kategori itu, karena dana yang dibutuhkan juga besar.

Selang beberapa hari kemudian, PSSI kembali mengeluarkan kebijakan terkait dengan pergantian pemain. Jika sebelumnya pergantian pemain hanya dibolehkan 3 kali, di Liga 1 nanti boleh ada 5 pergantian pemain.

Selain itu, regulasi baru juga menetapkan daftar susunan pemain dari 18 menjadi 20 lantaran penggunaan pemain U-23. Itu berarti, ada 11 pemain yang menjadi starter dan 9 pemain yang duduk di bangku cadangan.

CEO PT Liga Indonesia Baru, Risha Adi Wijaya, juga ikut memberikan beberapa perubahan terkait regulasi Liga 1. Salah satunya adalah soal daftar susunan pemain yang berubah karena aturan U-23.

"Perubahan yang ada mungkin terdapat pada susunan daftar pemain yang biasanya 18 menjadi 20 karena ada peraturan U-23 yang diwajibkan main di 45 menit pertama dengan mempertimbangkan segala kemungkinan maka ada tambahan dua pemain dari timnas U-23," kata Risha.

sorot liga 1 - Persiapan semen padang

Aturan baru terkait pergantian pemain dalam satu pertandingan menjadi perbincangan hangat. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

Kebijakan tersebut membuat PSSI kembali menjadi sorotan. Sebab, pergantian lima pemain bertentangan dengan Laws of the Game. Dalam law 03 ayat 2 disebutkan setiap kompetisi resmi yang berada di bawah naungan FIFA maksimal hanya tiga orang.

Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, coba memberi penjelasan mengenai kebijakan tersebut. Menurutnya, regulasi pergantian lima pemain berkaitan dengan kebijakan penggunaan minimal tiga pemain di bawah usia 23 tahun. Klub-klub merasa kesulitan jika tidak ada kelonggaran.

Karena sejak jauh hari mereka sudah mengontrak pemain. Dan tidak semuanya akan kebagian jatah bermain. Contohnya, jika sebuah klub memiliki dua pemain asing non-Asia, satu Asia, dan satu marquee player, total hanya ada empat pemain di luar U-23 yang bisa mengisi skuat utama.

"Ini merupakan permintaan dari klub, tadinya mereka minta pergantian tujuh pemain, tetapi kemudian muncul lima pemain saja," ungkap Joko saat dihubungi VIVA.co.id, Rabu 5 April 2017 siang WIB.

Pria asal Ngawi tersebut menambahkan, dua tambahan pergantian pemain bukan tanpa syarat. Nantinya, slot itu hanya bisa dipakai setiap tim untuk memasukkan pemain yang masih berusia di bawah 23 tahun.

"Slot dua pergantian itu untuk pemain U-23. Itu juga mengapa DSP (daftar susunan pemain) ditambah jadi 20, dari sebelumnya 18. Jadi setiap klub bisa mendaftarkan banyak pemain U-23," jelasnya.

Dengan segala kontroversi yang ada, Liga 1 tetap akan diselenggarakan. Dan menarik untuk menunggu, bagaimana kompetisi akan berjalan hingga November 2017 mendatang.

Selanjutnya... Liga 2

TUTUP