TUTUP
TUTUP

Liga 1, Era Baru Sepakbola Indonesia

Gojek Traveloka Liga 1 dibuka big match Persib Bandung vs Arema FC.
Go-Jek Traveloka Liga 1 Siap Digelar

Lika-liku Liga 1

Menuju Liga 1, akhir pekan ini, perjalanan yang harus ditempuh oleh PSSI tidaklah mudah. Mereka harus memundurkan jadwal seharusnya, yakni 26 Maret 2017, seperti yang diputuskan dalam Kongres Tahunan di Bandung, Januari silam. Kebijakan tersebut menuai polemik, karena klub merasa PSSI telah melanggar keputusan Kongres.

Akan tetapi, Edy tetap pada pendiriannya. Bukan tanpa alasan dia memilih untuk memundurkan jadwal kompetisi, sebab ketika itu PT LIB belum terbentuk, dan butuh waktu pula untuk menyiapkan regulasi dan hal lainnya. "Tanggal 15 (April) sudah tidak ada yang diragukan (kompetisi dimulai),” tegas Jenderal bintang tiga tersebut.

sorot liga 1 - Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi

Edy (tengah) membuat sebuah aturan baru dalam kompetisi musim ini. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

Setelah penetapan waktu kompetisi beres, Edy harus kembali menemui masalah terkait penolakan klub atas regulasi baru. Saat Kongres Tahunan, pria kelahiran Aceh tersebut memutuskan akan mensyaratkan setiap tim wajib memainkan tiga pemain berusia di bawah 23 tahun sejak menit pertama. (Baca Juga: Mereka yang Bertarung)

Kemudian, batas maksimal usia pemain di Liga 1 adalah 35 tahun. Klub diberi kelonggaran boleh menggunakan dua pemain berkategori usia di atas itu. Akan tetapi, bagi klub kebijakan itu akan membuat mereka rumit dalam menentukan komposisi skuat, termasuk membongkar tim yang sebelumnya sudah mereka ikat kontrak.

"Saya dari pihak klub melihat seorang pemain itu bukan dari usia, tetapi prestasi, segi komersial, dan senioritas. Kalau pemain muda tidak bisa memberi kontribusi tidak akan saya pakai," tutur Direktur Utama Persija Jakarta, Gede Widiade.

Penerapan pembatasan usia diterapkan dalam kompetisi kasta tertinggi sebuah negara memang janggal. Sebab, dari sana diuji sejauh mana profesionalisme dan industri bisa berkembang. Meski banyak suara protes, namun Edy enggan mengubah sikap.

Dia bahkan menginstruksikan agar regulasi ini coba diterapkan dalam turnamen Piala Presiden sebagai adaptasi bagi setiap klub. Namun, tetap saja, bagi para pelaku sepakbola, kebijakan tersebut mengganggu mereka.

"Saya sebagai pelatih asing belum pernah menemukan regulasi seperti ini. Di Piala Presiden saya baru menemukan ini, dan Persija punya tiga pemain yang senior, jadi saya harus lakukan rotasi," ungkap pelatih Persija, Stefano Cugurra Teco.

Selanjutnya... Kritik buat PSSI

TUTUP