TUTUP
TUTUP

Berangus Mobil Gerandong

Pemerintah lagi asyik proyek mobil pedesaan. Semua bisa turut serta.
Purwarupa mobil pedesaan karya Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Tuai Kritik

Meski mendapat tanggapan positif dari banyak pihak, proyek mobil pedesaan ini juga tak luput dari kritik. Salah satunya datang dari pengamat otomotif, Bebin Djuana.

Menurutnya, proyek ini belum terlalu digarap serius. “Saya tidak yakin akan adanya konsep kendaraan pedesaan. Rasanya, belum ada yang serius mempelajari kebutuhan market ini," kata Bebin saat dihubungi VIVA.co.id.

Agar proyek ini bisa sukses dan tepat sasaran, Bebin memiliki dua saran. “Menemukan mitra yang tepat. Atau jika dianggap nilai komersilnya kurang, membangun badan usaha sendiri,” lanjut dia.

Wakil Ketua Komisi IV DPR, Viva Yoga Mauladi, memiliki beberapa saran agar proyek ini bisa terwujud dengan baik dan benar.

“Komponen mesin dan transmisi mobil harus memenuhi standar internasional. Jangan sampai, jika 100 persen komponen dari dalam negeri, kemudian timbul masalah. Jika bekerja sama dengan perusahaan asing, harus memberi added value bagi pemerintah,” tutur Yoga kepada VIVA.co.id.

Menurutnya, perlu ada kejelasan dari pemerintah soal sumber dana, besaran dan mekanisme, serta pengawasannya di lapangan.

“Jangan sampai terulang lagi model kapal ternak. Diberikan subsidi biaya pengangkutan ternak sapi oleh pemerintah, dengan tujuan untuk menurunkan harga daging sapi di pasar Jabodetabek. Tapi kenyataannya, sama sekali tidak memberikan dampak apa-apa,” ujar Yoga.

Menurut pengakuan Putu, proyek mobil pedesaan terbuka untuk umum. Artinya, semua warga Indonesia diperbolehkan turut serta dalam pembuatan mobil tersebut. "Kemenperin yang pegang hak patennya. Siapa yang mau bikin, selagi memenuhi syarat yang diberikan, silahkan bikin," tuturnya.

Sayangnya, hingga kini prosedur pembuatannya belum disusun dengan sempurna. "Kami belum sampai sedetail itu. Mungkin nanti dengan salah satu balai atau Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan)," sambung dia.

Yang jelas, lanjut Putu, Kemenperin sudah minta asosiasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk turut berpartisipasi, terutama yang selama ini sudah ikut di dalam program Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau atau low cost green car (LCGC).

Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono, mengakui telah mendiskusikan hal itu bersama Kemenperin.  "Kami membantu persiapan pengembangan mobil pedesaan itu," kata Warih saat dihubungi VIVA.co.id.

Pameran mobil pedesaan di Bali Expo Industry Center telah usai. Dari lima peserta, terpilih mobil Waprodek Diesel dari ITS Surabaya sebagai juara. Keunikan prototipe mobil ini ada pada bak belakangnya yang bisa dilepas.

Bak tersebut bisa diganti-ganti sesuai kebutuhan. Ada bak yang kondisinya kosong, ada juga yang telah terpasang alat giling padi. Masing-masing bak memiliki kaki khusus yang digunakan untuk menapak di tanah.

Mobil Modasena rancangan tim dari Unnes menduduki peringkat kedua, sementara mobil Gentayu hasil karya mahasiswa Undip ada di peringkat ketiga.

sorot mobil pedesaan - GIIAS

Semua rancangan itu akan dipajang pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, yang digelar pada 10-20 Agustus mendatang. (VIVA.co.id/Dian Tami)

Meski sudah ada pemenang, namun perjalanan mewujudkan mobil pedesaan sepertinya masih panjang. Pemerintah masih harus merumuskan aturan mengenai spesifikasi detail serta siapa pemasok komponennya.

Namun, banyak yang berharap proyek ini bisa sukses dan bisa menjadi cikal bakal dari perwujudan impian rakyat Indonesia sejak dulu, yakni memiliki sebuah mobil nasional. (ren)

Baca juga:

Tergusur di Tengah Jalan

Jalan Panjang Mobil Pedesaan

TERKAIT
TUTUP