TUTUP
TUTUP

Meringankan dengan Ambulans

Layanan ambulans ini gratis. Siaga 24 jam.
Si Bulan, ambulans gratis milik komunitas Zona Bombong. Foto: VIVA.co.id/Purna Karyanto Musafirian

VIVA.co.id – Telepon genggam Heri Kristianto tiba-tiba berdering. Pria 33 tahun ini buru-buru mengangkat gawainya. Di seberang telepon terdengar suara seorang pria.

Suaranya keras, terburu-buru dan terdengar panik. Lamat-lamat terdengar, pria itu meminta dikirim ambulans untuk menjemput anggota keluarganya yang sakit.

Tak menunggu lama, Heri langsung menghubungi temannya yang menjadi sopir ambulans. Namun, ternyata, ambulans yang “dipegang” temannya sedang membawa pasien. Tak putus asa, Heri mencoba menghubungi sejumlah pihak yang menyediakan ambulans.

Saat Heri tengah sibuk menelepon ke sana ke mari, menghubungi sejumlah koleganya yang punya ambulans, ponsel satunya kembali berdering. Suara orang marah-marah terdengar dari seberang telepon.

Rupanya, pria yang pertama kembali menelepon. Ia tak sabar karena ambulans yang ia minta tak kunjung datang.

“Seumur-umur baru kali ini saya diperintah-perintah sama orang,” ujar Heri kepada VIVA.co.id, Rabu, 16 Maret 2016. Meski kesal, Heri mencoba untuk bersabar.

http://media.viva.co.id/thumbs2/2016/03/25/56f5453e4b214-heri-kristianto-penanggungjawab-program-si-bulan-zona-bombong_663_382.jpg

Heri Kristianto, salah satu founder Zona Bombong yang juga menangani program layanan ambulans gratis atau Siaga Ambulans (Si Bulan). Foto: VIVA.co.id/Purna Karyanto Musafirian

Ia mengatakan, sejak Zona Bombong meluncurkan program layanan ambulans gratis, telepon genggamnya nyaris tak pernah diam. Setiap saat ada saja warga yang menelepon untuk meminta bantuan.

Ada yang minta dengan cara baik-baik. Namun, ada juga yang tak sabar dan ngomel-ngomel jika ambulans yang ia minta tak kunjung datang. Padahal, mereka menggunakan ambulans tersebut secara cuma-cuma alias gratis.

“Namanya juga orang panik, jadi kadang tak sabar dan emosional,” ujar salah satu founder Zona Bombong ini sambil tersenyum.

Selanjutnya...Dijuluki “Si Bulan”

TUTUP