TUTUP
TUTUP

Surabaya Kota Penuh Sejarah

Surabaya punya peran penting kemerdekaan. Banyak tempat bersejarah.
Angkutan Serba Guna (Angguna) khas Surabaya dipamerkan di Museum Surabaya.

VIVA.co.id - Liburan panjang akhir tahun sudah tiba. Beragam kegiatan,  termasuk jalan-jalan, pasti sudah Anda siapkan.

Bagi Anda yang akan berlibur ke Surabaya, Anda bisa mengenal kota itu lebih dekat, termasuk masa lalunya.

Surabaya merupakan kota yang memiliki peran penting dalam mempertahankan kemerdekaan. Tentu saja, Surabaya memiliki banyak tempat bersejarah. Jadi ada baiknya bagi Anda, termasuk juga anak-anak Anda, yang sedang berlibur, singgah ke tempat-tempat ini.
 
1. Museum Kapal Selam

Salah satu lokasi wisata sejarah di Surabaya adalah Monumen Kapal Selam. Monkasel, nama pendeknya,  menarik dikunjungi karena langka. Tidak banyak tempat wisata yang mengajak para pengunjung menyaksikan perlengkapan kapal selam.

Lokasinya di tengah kota, di Jalan Pemuda No 39, tepatnya sebelah Plaza Surabaya. Sangat terjangkau oleh angkutan umum.

Monumen ini sebenarnya kapal selam sungguhan, yaitu KRI Pasopati 410, salah satu armada Angkatan Laut Republik Indonesia buatan Uni Soviet tahun 1952 dengan tipe Whiskey Class. Kapal ini pernah ikut dalam operasi Trikora, membebaskan Irian Barat.

Museum ini dibangun pada 1996. Butuh dua tahun untuk memindahkan kapal ke daratan. Kapal itu dipotong-potong lebih dulu, kemudian disambung lagi.

Museum ini dibagi menjadi tujuh bagian. Di antaranya ruang torpedo haluan, ruang tidur –ruang tidur komandan, perwira, dan anak buah kapal, lalu ruang kemudi, ruang tempat diesel, ruang mesin motor utama, ruang mesin listrik, dan ruang baling-baling.

Monumen Kapal Selam di Surabaya

Museum ini dibangun pada 1996. Butuh dua tahun untuk memindahkan kapal ke daratan. FOTO: VIVA.co.id/Januar Adi Sagita

Saat berada di dalam, pengunjung harus hati-hati. Sebab, ruangan di dalam kapal selam itu sangat sempit. “Lebarnya tak lebih dari 7 meter, dan tingginya hanya 2 meter,” kata Farah, petugas museum itu.

Tidak hanya itu, monumen yang berada di pinggiran Kali Mas juga menambah cantiknya pemandangan. Pengunjung bisa makan, minum kopi, dan bersantai sambil melihat pemandangan kali.

Monkasel juga dilengkapi kolam renang, dan ruangan untuk memutar diorama. Sehingga, anak-anak tak bosan.

Aldony, mengaku sengaja dari Malang untuk mengunjungi monumen ini. “Di sini kita bisa melihat dan merasakan berada di dalam kapal selam,” katanya.

Monumen Kapal Selam

Lokasi
Jalan Pemuda No.39 Surabaya

Akses
Naik Angkot Lyn M dari Pasar Atom dekat Stasiun Kota. Turun di Jalan Pemuda, tepat di depan Monkasel. Sedangkan dari terminal Joyoboyo, naik Angkot Lyn JK turun di depan Stasiun Gubeng. Dari Stasiun Gubeng, jalan kaki. Tarif angkot Rp5-6 ribu.

Buka pukul
Senin-Jumat : 08.00-20.00
Sabtu-Minggu : 08.00-21.00

Tiket masuk
Rp10.000 per orang, dewasa maupun anak-anak sama.

Hotel di sekitar lokasi
Garden Palace Hotel, Hotel Sahid Surabaya, Hotel Gubeng, Hotel Varna, Hotel Swiss Bell Inn Tunjungan


2.  Museum Surabaya

Tempat wisatah sejarah lainnya yang menarik dikunjungi adalah Museum Surabaya. Museum ini terletak di Jalan Tunjungan. Tepatnya, di bekas Gedung Siola.

Lokasinya pun terjangkau. Para pengunjung yang menggunakan angkutan umum bisa menggunakan bus kota dari Terminal Joyoboyo. Setelah itu, mereka bisa turun tepat di depan museum itu.

Tidak hanya itu, untuk bisa masuk, para pengunjung tidak perlu mengeluarkan sama sekali. Sebab, pihak pengelola, Pemkot Surabaya, tidak mengenakan tarif bagi pengunjung.

Bagi mereka yang pertama kali datang ke museum ini harus hati-hati. Sebab, Museum Surabaya memiliki dua pintu. Ada baiknya Anda masuk melalui pintu yang berada di bawah Jembatan Siola. Sebab, bila lewat pintu lain, pengunjung bisa kebingungan karena juga pintu Dinas Sosial Surabaya.

Deretan foto wali kota dipajang di dinding Museum Surabaya

Kumpulan foto para wali kota Surabaya di Museum Surabaya. FOTO: VIVA.co.id/Januar Adi Sagita

Ketika berada di dalam museum, pengunjung seolah diajak bernostalgia menikmati Surabaya pada era kolonial hingga 1980an. Di dalam, dipamerkan berbagai hal yang pernah ada di Surabaya. Di antaranya buku catatan sipil pada era kolonial, lalu kostum petugas pemadam kebakaran dari masa ke masa.

Pengunjung juga bisa menyaksikan sejumlah alat transportasi yang pernah ada di Surabaya, seperti bemo dan angkutan umum khas Surabaya, Angkutan Serba Guna (Angguna).

Kumpulan foto para wali kota Surabaya juga menarik dilihat. Mulai dari wali kota pertama, hingga Tri Rismaharini, semua terpasang di dinding museum. Biasanya para pengunjung berfoto selfi di sebelah kumpulan foto itu, seolah jadi wali kota.

Hal itu yang dilakukan Adrianne (28), wisatawan asal Mojokerto. “Siapa tahu nanti saya bisa tertular,” katanya, tersenyum.

Museum Surabaya

Lokasi
Jalan Tunjungan, Kota Surabaya

Akses
Dari Bandara Juanda naik Bus Damri jurusan Terminal Bungurasih, lalu naik Lyn jurusan DKM ke arah Terminal Joyoboyo, lalu naik bus kota tujuan Jalan Tunjungan, turun di depan Museum Surabaya. Sedangkan dari Stasiun Pasar Turi, naik angkot Lyn DA, dan turun di Tunjungan Plaza. Setelah itu, jalan kaki menuju museum.

Buka pukul
09.00-21.00

Tiket masuk
Gratis

Hotel di sekitar lokasi
Hotel Majapahit, Hotel Varna, Hotel Tunjungan, Hotel Swiss Bell Inn Tunjungan, Hotel City Hub, Hotel Bekizaar, Hotel Cleo

3. Jembatan Merah

Nama Jembatan Merah tidak asing di telinga. Jembatan Merah terkenal karena menjadi saksi pertempuran arek-arek Suroboyo melawan tentara Sekutu, menjelang pertempuran besar tanggal 10 November 1945. Tempat terbunuhnya Jenderal Inggris, Brigadir Jenderal AWS Mallaby.

Akses Jembatan Merah sangat mudah. Banyak angkutan umum melewati wilayah ini. Mulai dari bus kota, hingga angkot.

Jembatan Merah menarik dikunjungi karena memiliki latar belakang gedung-gedung bergaya Eropa, yang juga sudah menjadi bangunan cagar budaya. Sehingga, bagi mereka yang sangat suka fotografi, tempat ini sering jadi buruan. Kota lama bergaya Eropa.

Jembatan Merah di Surabaya

Penampilan Jembatan Merah pun belakangan makin cantik. FOTO: VIVA.co.id/Januar Adi Sagita

Penampilan Jembatan Merah pun belakangan makin cantik. Ini setelah Pemkot Surabaya meremajakan beberapa bagian jembatan. Salah satunya bagian pedestrian yang saat ini ditambahi ornamen kayu.

Pjs Wali Kota Surabaya Nurwiyatno mengatakan, penambahan ornamen kayu pada pedestrian, agar mengembalikan nuansa asal. “Kami ingin zaman dulu,” katanya.

Bagi wisatawan luar kota yang ingin berburu oleh-oleh, tak ada salahnya mampir jembatan ini. Selepas itu, Anda bisa ke pusat grosir pakaian dan oleh-oleh Surabaya, Jembatan Merah Plaza, yang cuma ratusan meter. Anda bisa belanja berbagai oleh-oleh dengan harga murah.

Jembatan Merah

Lokasi
Jalan Rajawali, Krembangan, Kota Surabaya

Akses
Dari Stasiun Pasar Turi naik angkot Lyn Q, turun di Jembatan Merah. Dari Pelabuhan Tanjung Perak naik angkot Lyn K, turun di Jembatan Merah. Dari Terminal Joyoboyo naik angkut Lyn M turun di Jembatan Merah.

Buka pukul
-

Tiket masuk
Gratis

Hotel di sekitar lokasi
Hotel Ibis Rajawali, Grand Kalimas Hotel, Hotel POP

TERKAIT
TUTUP