TUTUP
TUTUP

Meruwat Layanan 'Semau Gue'

Banyak kecelakaan libatkan Metro Mini. Pembenahan selalu mentok.
Bus Metro Mini dan Kopaja merupakan dua moda transportasi yang sering disorot. Sebagian kecelakaan angkutan umum yang terjadi di Jakarta, banyak yang melibatkan keduanya.

VIVA.co.id - Raungan suara sirine terdengar cukup keras. Bersahutan memecah pagi itu di Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat. Beberapa mobil ambulans silih berganti melaju dalam kecepatan tinggi.

Mobil-mobil polisi dan pemadam kebakaran juga tampak memenuhi sekitar perlintasan kereta api listrik kawasan itu. Warga pun menyemut.

Dari balik garis polisi yang terbentang, petugas kepolisian, petugas medis, dan pemadam kebakaran tampak sibuk. Raut wajah mereka serius. Berbekal tandu, bersama petugas berseragam dari berbagi instansi, mereka bahu membahu mengevakuasi korban kecelakaan.

 

Metromini ditabrak Commuterline di Tubagus Angke
Akibat menerobos palang pintu perlintasan kereta api yang sudah tertutup, bus Metro Mini ini tertabrak rangkaian commuter line.

 


Pagi itu, Minggu 6 Desember 2015, sekitar pukul 08.48 WIB, bus Metro Mini bernomor polisi B 7760 FD tertabrak rangkaian commuter line. Tubuh bus terseret sekitar 200 meter dari pintu perlintasan kereta api. Kondisi bus Metro Mini itu hancur di bagian depan. Terjepit lokomotif kereta rel listrik itu.

Beberapa potongan bus bahkan menyerpih menjadi bagian kecil. Ban dan gardan terpisah. Begitu juga dengan pintu dan kursi-kursi penumpang yang tak lagi berada di posisinya.

 

Petugas evakuasi bangkai Metro Mini yang ditabrak KRL di Angke, Jakut.
Aksi nekat sang sopir membuat dirinya dan 17 penumpang meninggal dunia.


Korban pun berjatuhan. Sebanyak 18 orang meninggal. Termasuk sang sopir, Asmadi. Pria asal Jalan Lingkaran Wage, Kelurahan Purwaningun, Kuningan, Jawa Barat itu meninggal setelah sempat mengalami luka serius.

Menurut polisi, berdasarkan keterangan saksi mata di lapangan, kecelakaan maut itu terjadi karena aksi nekat sang sopir. Beberapa menit sebelum petaka itu terjadi, Metro Mini yang dikemudikan pria 35 tahun itu menerobos palang pintu perlintasan kereta api yang sudah tertutup.

Asmadi tetap menginjak pedal gas Metro Mininya, meskipun sinyal tanda rangkaian kereta akan melintas sudah berbunyi. Dentuman keras seketika terdengar, saat lokomotif kereta menyambar Metro Mini nahas yang gagal melintasi rel itu. Suara besi pun berdecit keras berbaur dengan jeritan penumpang.

"Saat itu, kereta penumpang jurusan Kota menuju Stasiun Duri Tambora tersebut berusaha melintas di lintasan rel kereta api Jalan Tubagus Angke," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Mohammad Iqbal.

TUTUP