Gelimang Harta Raja Arab

Mereka masuk daftar orang terkaya dunia. Digoyang skandal, dihantui perubahan politik.
Jum'at, 2 September 2011
Oleh : Bonardo Maulana Wahono
Burj Khalifa

VIVAnews – Pelabuhan Cannes, Perancis sebelah tenggara. Tahun pada almanak menunjuk 2004. Tak jauh dari pantai kawasan French Riviera yang termasyhur itu, tujuh kapal pesiar super mahal baru saja melemparkan sauh di birunya Laut Mediterania. Musim panas belum lama tiba.

Salah satu yacht panjangnya lebih dari 85 meter, nyaris menyaingi lapangan sepak bola. Pemilik sebelumnya terdaftar atas nama Donald Trump, taipan asal Amerika Serikat, yang tak pernah lungsur dari daftar orang terkaya versi majalah Forbes.

Bunyi dari mesin jet ski sampai ke haluan, ke tempat pemilik baru yang tengah bersantai di tepi pantai itu. Dia adalah Al-Walid bin Talal bin Abdul Azis bin al-Saud, pangeran dari kerajaan Arab Saudi. “Saya sedang menikmati liburan,” katanya kepada kantor berita ABC. “Putera dan puteri saya menemani. Mereka sedang asyik bermain jet ski, seperti layaknya keluarga lain.”

Tak diketahui pasti berapa Al-Walid menebus kapal mewah itu. Dia langganan singgah di Riviera selama lebih dari 30 tahun. Uang seakan tak pernah menjadi masalah. “Kekayaan merupakan berkah,” ujarnya. “Jika tak disia-siakan, tak ada yang salah dengan jadi kaya.” Bagi para anggota kerajaan Saudi lain, ucapan sang pangeran senantiasa bergema.

Forbes mencatat, setidaknya hingga kuartal pertama tahun 2011, nilai kekayaan bersih sang pangeran mencapai US$19.4 miliar (setara Rp127,3 triliun). Ia ditahbiskan sebagai orang terkaya ke-19 sejagat. Istana dan barisan properti miliknya ditaksir bernilai sekitar US$3 miliar. Selain itu, ia punya koleksi perhiasan dengan nilai tak kurang dari US$730 juta.

Sejumlah logo perusahaan top dunia, tempat dia menanamkan sahamnya, berjejer di ruang kantornya di Riyadh. Misalnya Citicorp, Motorola, Apple, Disney, Time Warner, dan Newscorp. Tentu, itu hanya beberapa saja, karena ia seakan tak terlihat ingin berhenti berinvestasi.

Ketika bulan puasa tiba, ia tampak legawa menggelar acara buka puasa, dan makan malam bersama ratusan undangan. Acara itu berlangsung di ruang terbuka, dengan hamparan karpet yang berfungsi sebagai alas duduk dan ‘meja makan’. Di kanan-kiri singgasananya ada telepon dan televisi satelit, demi memantau perkembangan terakhir politik dan ekonomi dunia.

Di akhir acara, ia akan menerima berbagai permohonan dana yang disampaikan lewat surat. Setidaknya, ia menggelontorkan uang sebesar US$1.5 juta (Rp12,8 miliar) sebagai jawaban atas proposal para undangannya. (Baca lebih lengkap "Al-Walid, Warren Buffet Jazirah Arab")

Pangeran Arab lainnya punya cara istimewa bagaimana menikmati kekayaan. Sheikh Hamad bin Hamdan Al Nahyan, misalnya. Lelaki 63 tahun itu berasal dari keluarga kerajaan Abu Dhabi. Ia punya koleksi 200 mobil, dengan nilai total US$20 juta (Rp170,9 miliar).

Itu termasuk tujuh Mercedes 500 SEL bercatkan warna-warna pelangi. Itu sebabnya dia dijuluki Sheikh Pelangi. Untuk menyimpan kendaraannya, ia membangun garasi berbentuk piramida. "Kami tak pernah sekali pun menyimpan uang di bank. Kami selalu menghamburkan uang yang kami dapatkan,” ungkapnya kepada Discovery Channel.

Dia memang tak pernah berhenti menarik perhatian. Misalnya, dia mengerjakan proyek mengukir namanya sendiri pada sebuah pulau. Di pasir Al Futaisi, demikian nama pulau itu, Hamad mencetak namanya di hamparan sepanjang 3 kilometer. Tinggi hurufnya sekitar 800 meter. Kata itu, yakni sama dengan namanya – Hamad – lantas dialiri air. Konon, ukiran nama itu bisa ditatap dari luar angkasa.

Itu bukan pertama kali dia punya kegilaan terhadap sesuatu “yang besar”, atau “yang maha”. Misalkan, pada awal 1980an, ia pernah merakit truk terbesar di dunia. Modelnya adalah tiruan Dodge Power Wagon produksi Amerika Serikat. Truk rancangannya punya ukuran delapan kali lebih besar dari ukuran Dodge biasa. Bobotnya 50 ton. Di dalamnya, ada empat kamar tidur. Di bak truk itu, ada landasan helikopter. Yang mengagumkan, kendaraan itu bisa dioperasikan.

File Not Found